Mengenal 5 Jenis Obat Aborsi

Diperbarui: 12 Agt 2018

#pilaborsi #obataborsi

Sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang, praktik aborsi di Indonesia hanya boleh dilakukan jika : 1. ada kondisi darurat medis yang dapat membahayakan sang ibu atau janinnya2. korban pemerkosaan.


Akibatnya wanita yang ingin menggugurkan kandungan tetapi memiliki keterbatasan akses aborsi legal lebih memilih jalur ilegal yang berbahaya, salah satunya menggunakan pil aborsi tanpa pengawasan dokt




Apa saja pil aborsi yang digunakan dalam prosedur menggugurkan kandungan?


Pil Penggugur Kandungan untuk Prosedur Aborsi Medis

Prosedur untuk menggugurkan kandungan terbagi menjadi dua, yakni prosedur aborsi bedah dan aborsi medis. Prosedur aborsi medis biasanya digunakan untuk menggugurkan kandungan selama minggu-minggu awal trimester pertama. Sonogram sangat direkomendasikan sebelum diputuskan apakah aborsi medis boleh dilakukan atau sebaliknya.


Adapun jenis obat-obatan yang biasa digunakan oleh dokter dalam prosedur aborsi medis, yaitu:

1. Misoprostol & Mitrotreksat

Misoprostol dan metrotreksat digunakan untuk menggugurkan kandungan dengan usia maksimal 7 minggu pertama (49 kehamilan). Prosedur aborsi medis menggunakan mitroteksat – misoprostol ini sudah tidak terlalu sering digunakan karena adanya pilihan obat lain, yakni Mifepristone.


2. Mifepristone (Mifeprex) dan Misoprostol

Kedua obat ini digunakan dalam prosedur aborsi pada usia kehamilan maksimal 7 hingga 9 minggu pertama. Prosedur ini juga disebut sebagai pil aborsi RU-486.

Mifeprostone merupakan steroid sintesis yang dapat digunakan sendiri atau bersama obat lain, untuk menggugurkan kehamilan dini. Obat ini dapat menghambat hormon yang dibutuhkan agar kehamilan dapat terus berlanjut. Termasuk ditujukan untuk penderita hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan sindrom Cushing endogen.

Mifeprex dan misoprostol juga merupakan pil aborsi yang paling sering digunakan oleh wanita di Indonesia untuk menggugurkan kandungannya secara ilegal. Dimana obat-obatan tersebut didapatkan secara online dan dikonsumsi tanpa adanya pengawasan dokter.


Pil Aborsi Lainnya yang Tidak Banyak Diketahui dan Digunakan

Selain misoprostol dan mifepristone, obat-obatan yang ada di bawah ini ternyata juga dikenal sebagai pil aborsi atau obat penggugur kandungan di berbagai negara di dunia:


3. Carboprost

Carboprost merupakan analog prostaglandin sintesis yang diresepkan untuk menggugurkan kandungan. Carboprost juga dapat digunakan untuk menangani perdarahan postpartum.


4. Dinoprostone

Dinoprostone merupakan prostaglandin yang digunakan untuk menggugurkan kandungan, mengevakuasi jaringan uterus pada missed abortion, induksi persalinan (jarang digunakan), dan dilatasi serviks sebelum proses persalinan.


5. Oksitosin

Oksitosin merupakan stimulan uterus yang digunakan untuk memulai kontraksi rahim dan induksi persalinan pada wanita. Termasuk memberikan stimulasi kontraksi dalam kasus dimana rahim tidak cukup mampu berkontraksi selama persalinan.


Karena dapat memicu kontraksi, obat ini cenderung digunakan juga untuk membantu menggugurkan janin dalam kasus aborsi atau keguguran tidak lengkap. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan perdarahan setelah melahirkan dan menangani pembengkakan payudara.


Konsumsi Pil Aborsi Tanpa Resep dan Pengawasan Dokter

Meskipun nama-nama obat seperti misoprostol dan mifepristone dapat diperoleh secara online, sangat tidak disarankan untuk menggunakannya tanpa pengawasan dokter. Hanya dokter serta tenaga kesehatan yang dapat menentukan apakah pil aborsi tersebut aman dikonsumsi oleh seseorang.


Dikutip melalui laman American Pregnancy, Obat aborsi memiliki banyak sekali efek samping yang justru berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan sang wanita. Apalagi dilakukan tanpa pendampingan dokter.




Dosis yang dikonsumsi, aturan pemakaian, dan obat-obatan lain yang perlu dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala-gejala yang muncul akibat gugurnya janin, juga harus berdasarkan pertimbangan dari dokter. Risiko efek samping berbahaya, seperti mual, kram, muntah, diare, infeksi, perdarahan hebat, hingga kematian, akan semakin meningkat jika pil aborsi seperti yang disebutkan di atas, dikonsumsi tanpa resep dan pengawasan dokter.


Klinik aborsi Raden Saleh sendiri sebagai klinik aborsi legal di Indonesia tidak menyarankan penggunaan obat aborsi. Saat ini pil penggugur kandungan ini sudah tidak efektif lagi.

Vakum aspirasi. Adalah pilihan paling aman dengan teknologi dan prosedur terkini. Proses cepat dan paling efektif dari semua prosedur aborsi yang ada. Vakum aspirasi juga merupakan rekomendasi dari badan kesehatan dunia sebagai cara aborsi paling aman dan minim efek samping.

CONTACT US

Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat

Patokan : RS. Thamrin Salemba

 

JAM PRAKTEK : Setiap Hari

09.00 - 17.00

0812-1102-9060

  • Black LinkedIn Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Google+ Icon

Copyright © by Klinik Raden Saleh

Klinik Aborsi Jakarta